Kegagalan penalti Higuain sungguh memalukan – Mauro mantan gelandang Napoli

2-higuain-argentina-copa-america

Mantan pemain Napoli ini yakin tim ini terlalu sering kesulitan di partai-partai menentukan setelah kegagalan mereka untuk melaju ke Liga Champions karena kalah atas Lazio.

Kegagalan eksekusi Gonzalo Higuain benar-benar memalukan tetapi Napoli juga terlalu sering gagal di beberapa partai penting, menurut mantan gelandangnya Massimo Mauro.

Tim asuhan Rafael Benitez ini, memerlukan satu kemenangan untuk bisa lolos ke Liga Champions musim depan, tetapi mendapati tim mereka tertinggal 2-0 di kandang sendiri saat menjamu Lazio hari Minggu kemarin sebelum dua gol dari pemain Argentina ini berhasil menyamakan kedudukan.

Akan tetapi, Higuain kemudian menyia-nyiakan kesempatan tendangan penalty penting sebelum dua gol di menit-menit akhir mengunci kemenangan 4-2 bagi tim asuhan Stefano Pioli dan membuat Napoli terjungkal ke peringkat empat klasemen akhir di Serie A.

“Lazio tampil sangat luar biasa di babak pertama, kemudian mereka runtuh. Napoli bangkit dengan sangat brilian tetapi nampaknya mereka kesulitan di momen-momen penting,” Mauro, yang menghabiskan empat musim di San Paolo, kepada Sky Sports.

“Higuain adalah seorang penyerang penting tetapi kegagalan dalam penalti tersebut sungguh memalukan.”

Napoli sendiri enggan berbicara kepada media segera setelah pertandingan tersebut di tengah laporan ancaman kekerasan dari para pendukung mereka sendiri.

Dengan tugas domestiknya yang sudah selesai, kini penyerang internasional Argentina ini bisa memfokuskan dirinya pada persiapan Copa America Argentina setelah namanya berhasil dimasukkan dalam 23 nama final yang disiapkan Gerardo Martino jelang turnamen akbar Amerika Selatan ini.

La Albiceleste akan menghadapi Bolivia dalam sebuah pertandingan persahabatan jelang turnamen ini pada tanggal 6 Juni sebelum memulai perburuan gelar Copa mereka di Cile saat menghadapi Paraguay di kota La Serena pada tanggal 13 Juni.

Argentina akan tergabung bersama Uruguay, Paraguay dan Jamaika di Grup B Copa America. Saat ini mereka tengah mengejar gelar Copa America yang ke 15. Kemenangan dalam Copa edisi kali ini akan membuat raihan gelar trofi mereka sama dengan Uruguay yang saat ini masih menduduki posisi pertama dalam peraih Copa terbanyak.

Dnipro 2-3 Sevilla – Bacca cetak dua gol pastikan gelar Liga Eropa Sevilla

2-dnipro-sevilla-liga-eropa

Pemain internasional Kolombia ini mengemas dua gol di final, membantu tim asuhan Unai Emery untuk mempertahankan gelar mereka dan memastikan satu tempat dalam Liga Champions musim depan.

Sevilla menjadi tim pertama dalam sejarah yang memenangkan kompetisi lapis kedua sepak bola Eropa ini sebanyak empat kali setelah menang 3-2 atas Dnipro dalam final Liga Eropa Rabu kemarin, dengan Carlos Bacca yang mencetak dua gol.

Klub Andalusian ini mengangkat trofi di tahun 2006 dan 2007 – dulu namanya masih Piala UEFA – dan sekarang mereka juga behasil mempertahankan gelar untuk kedua kalinya, ketika penyerang Kolombia ini mencetak dua gol untuk membuktikan diri sebagai pahlawan malam itu.

Tim asuhan Unai Emery memenangkan kompetisi musim lalu dalam adu penalti setelah hasil imbang tanpa gol menghadapi Benfica di babak normal, tetapi pertemuan kali ini terbukti jadi pertandingan yang jauh lebih menarik.

Dnipro, berkompetisi dalam final Eropa pertama mereka, mencuri keunggulan awal melalui Nikola Kalinic, tetapi kemudian mereka mendapati diri mereka tertinggal ketika Sevilla membalas dua gol hanya dalam tiga menit.

Pertama, Grzegorz Krychowiak mencetak gol pertama setelah Dnipro gagal mengatasi bola di dalam kotak berbahaya, dan kemudian Bacca mencetak penyelesaian yang apik.

Tim Ukraina ini berhasil menyamakan kedudukan sebelum turun minum, ketika kapten Ruslan Rotan berhasil mencetak gol dari tendangan bebas.

Akan tetapi, Bacca yang  harus menyudahi pertandingan ini, berhasil menerima umpan Vitolo untuk memberikan gol dengan 17 menit tersisa dan memastikan Sevilla mengklaim trofi mereka – dan satu tempat dalam Liga Champions musim depan.

Sempat ada momen menegangkan dalam menit-menit akhir pertandingan ketika Matheus tiba-tiba terjatuh, namkanya setelah sebuah tabrakan kepala dengan Benoit Tremoulinas, tetapi pemain Dnipro ini nampak sadar setelahnya ketika dia bisa berdiri ke pinggir lapangan untuk menerima perawatan.

Bacca akan kembali membuktikan dirinya sebagai penyerang tajam ketika membela panji Kolombia dalam ajang Copa America 2015 yang akan segera dimulai awal bulan Juni nanti.

Cavani siap emban tugas dengan absennya Suarez

2-Cavani-copa-america

Penyerang Paris Saint Germain ini siap untuk membela la Celeste dan mengambil tanggung jawab lebih dengan absennya Suarez, bintang Barcelona di Copa America edisi 2015 ini.

Edinson Cavani siap untuk mengambil peran pemimpin bagi Uruguay di Copa America 2015 dengan absennya penyerang tajam Luis Suarez karena masih mendapat larangna 9 pertandingan internasional setelah menggigit Chiellini dalam Piala Dunia 2014 lalu.

Penyerang subur Barcelona ini mendapatkan gelar Pemain Terbaik Turnamen ketika la Celeste berhasil dimahkotai gelar juara dalam Copa America 2011 tetapi saat ini tidak akan bisa membantu negaranya untuk mempertahankan gelar ini karena larangan bermain.

Dengan absennya pemain penting tersebut, Cavani diharapkan akan mengemban tugas pencetak gol yang lebih banyak bagi tim asuhan Oscar Tabrez di Cile nanti, dan dia tahu bahwa dia punya peran besar yang harus dimainkan dalam perjalanan Uruguay nanti.

“Saya bertemu Luis [Suarez] di pertandingan Liga Champions menghadapi Barcelona dan kami berbincang-bincang. Saya mengatakan kepada dia sambil bercanda: ‘Sekarang Edi harus memberikan segalanya.’ Kami tertawa. Anda harus tertawa, tidak ada pilihan lainnya,” ungkap Cavani pada Ovacion Digital.

“Hal-hal seperti ini terjadi di sepak bola dan sekarang, sebagai salah satu pemimpin dalam tim ini, saya harus mengambil posisi itu dan tanggung jawabnya. Saya salah satu pemain yang senior yang bermain di tingkat tertinggi di dunia. Saya punya reputasi untuk bertahan, saya tahu.

“Hari ini, saya akan melewati masa yang baik di sini di Paris dan saya harap semuanya tetap begini, tetapi bukan hanya pertanyaan tentang apa yang saya inginkan, tetapi banyak hal.

“Saya harap ini Copa saya, tetapi kami semua bisa melewati Copa yang besar. Dan bahwa saya bisa berada dalam penampilan terbaik saya karena ini akan jadi kontribusi yang sangat besar bagi tim kami.”

Uruguay berada di Grup B bersama Argentina, Paraguay dan Jamaika, meski Cavani berpendapat akan sulit, dia merasa bahwa masuk ke dalam kompetisi tanpa dianggap sebagai favorit adalah sebuah keuntungan.

“Kami tidak pernah masuk ke kompetisi mana pun sebagai favorit dan lebih baik tidak. Sejak saya kecil, yang saya ingat, dan sekarang bahwa saya bagian dari timnas, memang tidak pernah seperti itu [dianggap tim favorit],” tambahnya.

Matri pastikan gelar Coppa Italia untuk Juventus

2-juventus-coppa-italia

Juventus menangkan Coppa Italia pertama kali dalam 20 tahun berkat gol di babak tambahan dari Matri yang mengamankan kemenangan 2-1 atas Lazio, melanjutkan harapan raksasa Turin ini untuk meraih gelar treble pertama kalinya.

Stefan Radu memberi keunggulan bagi Lazio di menit keempat, tetapi Juventus bangkit menyamakan kedudukan enam menit kemudian setelah penyelesaian apik Giorgio Chiellini dari jarak enam yard.

Beberapa saat setelah pemain pengganti Filip Djordjevic mengenai mistar gawang untuk Lazio, Matri mendapati tendangannya bergulir di bawah Etrit Berisha dari jarak 12 yard untuk memastikan gol penentu di Stadio Olimpico.

Dengan gelar liga Serie A yang sudah diamankan dan satu jadwal final Liga Champions menghadapi Barcelona di Berlin, Juve bermain dengan kiper nomer 2 Marco Storari daripada Gianliuigi Buffon, sementara Claudio Marchisio dan Alvaro Morata mendapat larangan bermain.

Mereka tertinggal setelah empat menit, Radu mencetak gol pertama di musim ini dengan bahunya setelah menyambut umpan tendangan bebas Danilo Cataldi dari sudut kanan.

Perayaan dari setengah pendukung Lazio itu langsung dibatalkan oleh Chiellini, yang juga mencatatkan gol pertamanya musim ini, yang melesatkan tendangan voli kea tap gawang dari jarak enam yard setelah Patrice Evra melewatkan tendangan bebas Andrea Pirlo.

Peluang sedikit terjadi di sisa babak pertama dan di sebagian besar babak kedua juga. Beberapa menit setelah masuk di waktu normal, Djordjevic nyaris memberikan kemenangan bagi Lazio, tetapi tendangan lemahnya berhasil diamankan oleh Storari dari kaki penyerang ini.

Tendangan spekulatif Djordjevic dari jarak 30 yard di babak pertama tambahan waktu nyaris masuk, membentur tiang gawang, melintasi garis gawang dan membentur tiang lainnya, dan ketidakberuntungan Lazio akhirnya memuncak beberapa menit kemudian.

Matri, yang dimasukkan enam menit sebelum pluit panjang di waktu normal, cukup beruntung ketika bola jatuh di kakinya di dalam area penalti sebelum tendangan mendatarnya melintas di bawah kaki Berisha untuk gol penentu kemenangan.

Juventus sekarang berada di jalur treble pertama setelah mengklaim mahkota Coppa Italia pertama dalam 20 tahun.

Gary Neville percaya pada Di Maria

2-di-maria

Gary Neville mendukung Angel Di Maria tampil bagus bagi Manchester United setelah musim pertama yang tidak konsisten di Liga Primer.

Hal besar diharapkan terjadi dari pemain internasional Argentina ini, yang tidak tampil dalam hasil imbang 1-1 United menghadapi Arsenal dan hanya baru berhasil mencetak tiga gol dari 26 penampilan liga setelah kepindahan 60 juta pons dari Real Madrid.

Ketika Neville berpikir Louis van Gaal perlu memperkuat pilihan sayapnya di musim panas ini, pakar Sky Sports ini berpikir Di Maria bisa tampil lebih baik musim depan.

“United butuh pemain sayap,” Neville kepada Sky Sports. “Ashley Young melewati musim yang fantastis tetapi, seperti yang sudah dia lakukan beberapa bulan ke belakang, Juan Mata bukan pemain sayap.

“Akan menarik melihat apa yang terjadi dengan Angel Di Maria juga.

“Sebetulnya, saya percaya pada Di Maria sebagai seorang pemain. Kami telah menyaksikannya banyak untuk Real Madrid dan anda bisa melihat tingkat penampilannya sangat luar biasa.

“Itu tidak terjadi musim ini dan anda mengira Ashley Young bermain lebih baik musim ini, (Marouane) Fellaini jadi lebih baik, Mata lebih baik.

“Apakah Di Maria akan leibh baik di bawah Van Gaal?”

Van Gaal telah menambah satu tambahan ke dalam skuadnya untuk tahun depan dengan penyerang Belanda Memphis Depay bergabung dari PSV.

Pemain 21 tahun ini dipastikan sebagai pencetak gol terbanyak Eredivise setelah partai terakhir hari Minggu lalu dan Neville berpendapat bahwa dia pemain baru yang menarik.

Katanya: “Tipikal Manchester United untuk mendatangkan seseorang yang punya potensi tetapi belum berkembang menjadi produk akhir.

“United telah melakukan cara itu selama bertahun-tahun, khususnya dengan pemain asing.

“Saya kira Depay terlihat jadi pemain yang menarik tetapi ada banyak halangan yang harus dikalahkan untuk memastikan dia pemain yang sesungguhnya,” tambahnya.

“Dia harus menyesuaikan di Negara ini dan harus terbiasa bermain bola di Manchester. Akan berbeda tetapi akan cocok karena dia seorang pemain muda.”

 

Benitez sesalkan kegagalan Liga Eropa Napoli

2-benitez-napoli

Mantan bos Partenopei ini kecewa terhadap peluang yang disia-siakan timnya dalam dua leg dari semi final Liga Eropa, tetapi bersikeras jika mereka kalah sebagai sebuah tim.

Rafa Benitez mengaku menyesali beberapa peluang yang disia-siakan Gonzalo Higuain ketika Napoli kehilangan satu tempat mereka di final Liga Eropa di tangan Dnipro.

The Partenopei menghadapi pertandingan ini dengan memerlukan satu gol tandang untuk bisa memiliki kesempatan lolos setelah kecolongan gol di menit akhir dalam sebuah hasil imbang 1-1 di San Paolo pekan lalu.

Upaya Gonzalo Higuain dimentahkan dua kali oleh penjaga gawang Dnipro Denys Boyko dalam 45 menit pertama, peluang pertama merupakan situasi satu lawan satu dan peluang kedua datang dari sebuah sundulan, dan kemudian dia berhasil menepis umpan silang berbahaya beberapa saat setelahnya.

Dan ketika pelatih 55 tahun ini menyebutkan bahwa hasil akhir pertandingan bisa saja berbeda jika salah satu dari dua usaha tersebut membuahkan gol, dia tetap bersikeras jika tim kalah sebagai satu unit, bukan karena satu individu.

“Dalam dua pertandingan tersebut kami menciptakan banyak peluang mencetak gol. Saya menyesal hasilnya tidak berjalan seharusnya. Kami menciptakan banyak peluang, bahkan di babak pertama kami seharusnya bisa mencetak dua gol [merujuk pada dua peluang Higuain] dan gol itu tentu akan mengubah segalanya,” Benitez berbicara kepada para wartawan setelah pertandingan.

“Tim punya kesempatan mencetak gol dan mereka tidak berhasil memanfaatkannya. Tentu saja, Gonzalo Higuain penyerang tengahnya dan orang-orang berharap dia mencetak gol, tetapi kami semua menang dan kalah bersama.

Setelah sejumlah keputusan kontroversial dalam kedua leg semi final tersebut, mantan bos Chelsea ini menolak menyalahkan wasit terkait tersingkirnya tim asuhannya dan malahan memilih fokus mengamankan satu tempat di Liga Champions di tiga besar Serie A.

“Keputusannya serius tetapi kami tidak bisa mengubah keputusan ini. Kami tidak seharusnya menyalahkan wasit, kami hanya perlu mencetak satu gol – dan itu saja. Mereka di final dan kami tidak,” tambah Benitez.

“Sekarang kami harus berkonsentrasi pada pertandingan menghadapi Cesena. Saya yakin bahwa jika kami melakukan apa yang telah kami lakukan beberap akali kami bisa lolos ke Liga Champions.”

Gerrard pengagum rahasia Mourinho

2-steven-gerrard

Gerrard memainkan partai terakhirnya di Stamford Bridge dan mendapatkan sambutan penghormatan standing ovation di menit 79 saat dia ditarik keluar dan digantikan. Dalam wawancara setelah pertandingan, dia mengungkapkan rasa hormat besar dan juga kekagumannya terhadap sosok Mourinho. Sebuah rahasia yang selama ini belum terungkap.

“Chelsea sekarang sudah memenangkan liga, mereka juara, punaya manajer hebat, dan mereka layak menerima pagar penghormatan hari ini, tetapi jelas ini bukan sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan.”

Manajer Chelsea Jose Mourinho mengakui pekan lalu bahwa Gerrard adalah “musuh terbaiknya” dan bahwa dia juga sudah berusaha untuk mendatangkan gelandang ini ketika dia pertama kali datang ke Stamford Bridge, juga ketika dia melatih di Real Madrid dan Inter Milan.

Gerrard, yang bersikeras bahwa Mourinho adalah manajer terbaik di dunia, mengkaui dia memang sempat berpaling murni karena bos asal Portugal ini.

“Saya sangat menghormati dia, dia adalah manajer terbaik di dunia buat saya. Saya pasti sudah berada bersamanya di tiga klub berbeda jika saya bukan seorang fans Liverpool.

“Dialah alasan mengapa saya menganggukkan kepala saya selama beberapa kesempatan, tetapi dia mengerti mengapa saya tidak bisa melakukannya [pindah bersamanya], dan itu karena saya mencintai klub sepak bola Liverpool.

“Saya memang bertanya-tanya saat itu, tetapi bagi saya, saya selalu mengatakan pada diri saya jika saya memenangkan beberapa trofi di Liverpool maka itu akan sangat jauh lebih banyak berarti buat saya dari pada menang 10 kali di Chelsae, Real Madrid atau Inter Milan.

“Akan selalu lebih berarti untuk memenangkan trofi bagi orang-orang terdekat anda.

Gerrard dipastikan hengkang musim panas ini untuk bermain di MLS bersama LA Galaxy. Sejumlah poster diangkat saat pertandingan di Stamford Bridge tersebut bertuliskan “Hati-hati, tergelincir Gerrard!” merujuk pada kejadian di mana Gerrard tergelincir dan harus memberikan keunggulan bagi Chelsea 2-0 di Anfield pada musim lalu.

Sebuah kesalahan yang akan selalu diingat yang menyebabkan Liverpool kehilangan kesempatan meraih gelar Liga Primer untuk pertama kalinya.

Bale lagi-lagi ‘kesulitan’

2-bale-kesulitan

Gareth Bale melewati malam menyulitkan lainnya dalam kostum Real Madrid ketika juara bertahan ini dikalahkan 2-1 oleh Juventus dalam leg pertama semi final Liga Champions di Turin. Adam Bate menunjukkan statistik mengkuatirkan yang menyoroti usaha mati-matian Bale untuk tampil lebih baik.

Semi final Liga Champions ini merupakan ajang pembuktikan bagi sebuah tim seperti Real Madrid yang bersyukur telah mengucurkan dana 100 juta Euro untuk sebuah kontribusi besar. Tetapi, bagi pemegang rekor pemain termahal dunia Gareth Bale, yang terjadi hanyalah sebuah malam mengecewakan di Turin ketika dia menghabiskan pertandingan dengan berlari-lari, menyaksikan saja ketika Juventus mengamankan kemenangan 2-1 jelang leg kedua di Madrid.

Ini masalah yang lagi-lagi muncul bagi Bale dalam pertandingan yang membuktikan jadi musim kedua yang canggung. Jika dia mengira dia telah membalikkan keadaan dengan dua golnya menghadapi Levante di bulan Maret lalu, ini merupakan bukti lebih jauh bahwa penampilan terbaiknya terus menjauh darinya.

Malahan, meski pertandingan Levante tersebut dan satu gol dalam kemenangan 9-1 di Granada, Bale gagal membobol gawang dalam 15 dari 17 pertandingan lainnya yang telah dia mainkan untuk Real Madrid sejak Januari. Pertandingan besar telah datang dan pergi tanpa kontribusinya. Semua berubah bagi seorang pemain yang mengamankan gol-gol penting dalam Copa del rey dan final Liga Champions musim lalu.

Tetapi, standar dasarlah yang terbukti bermasalah bagi Bale saat ini. Tanpa momen besar tersebut, dia kesulitan membuat kontribusi. “Apa yang mereka inginkan dari Bale? Bahwa dia mencetak gol yang sangat penting dan memenangkan gelar bersama gol itu,” ungkap Guillem Balague pada Sky Sports di awal musim ini. “Baiklah, dia melakukannya musim lalu dan semua orang senang.

“Sekarang bahwa dia tidak mencetak gol maka orang ingin melihat komitmen bertahannya. Mereka ingin Bale melacak lebih sering dan membantu lini belakang, contohnya. Mereka ingin dia lebih terhubung dengan lini tengah dan melakukan apa yang mereka harapkan dari seorang pemain dari posisi tersebut.” Tetapi justru posisi baru itulah – di tengah lapangan – yang makin menambahkan masalahnya.

Menghadapi Juventus, anda tanda-tanda baik di awal pertandingan. Karim Benzema telah melakukan tugas penting bagi Real di beberapa bulan terakhi rdengan menghentikan lini tengah lawan dalam membangun serangan dan tanggung jawab itu jatuh pada Bale hari Selasa lalu menghadapi pemain pintar, Andrea Pirlo. Sayangnya, Bale tidak mampu menjaganya sepanjang malam tersebut.

Barca sedang memanen buah kerja manajemen Enrique, ungkap Mascherano

2-mascherano

Klub raksasa Catalans ini melibas hampir segala hal yang menghalangi jalur mereka, dan tentu saja mereka ada pada jalur untuk treble kedua kalinya dalam enam musim.

Javier Mascherano menikmati efek yang diberikan oleh Luis Enrique di Barcelona, dan merasa jika penampilan mereka saat ini bisa terjadi berkat gaya manajemen yang dia terapkan di timnya.

Pelatih usia 44 tahun ini mendapatkan kritikan tajam di awal musim ini karena kebijakan rotasi yang dia terapkan, tetapi gelandang Argentina ini yakin bahwa strategi tersebut saat ini telah membuahkan hasil dan bisa dibenarkan.

Barcelona sangat jelas berada dalam performa yang tidak bisa dihentikan di tahun 2015 ini dan saat ini ada di jalur yang tepat untuk meraih gelar treble, dengan trio menyerang mereka Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar saat ini berhasil mencetak lebih dari 100 gol di antara mereka.

“Kami ada di sini karena pelatih kami dan hal itu harus diingat,” ungkap Mascherano kepada para wartawan.

“Dia telah dikritik tajam karena melakukan rotasi pada skuadnya, tetapi kami memiliki [hingga tahap sekarang di penghujung musim ini] perasaan yang sangat segar.”

Barcelona saat ini berada di puncak La Liga, dan telah memastikan satu tempat di final Copa del Rey saat bertemu menghadapi Athletic Bilbao, juga memastikan pertemuan empat besar menghadapi Bayern Munich di ajang Liga Champions.

Mascherano tahu jika kesuksesan sudah dekat, tetapi mewanti-wanti agar mereka selalu memperhatikan setiap hal di titik pada musim ini.

“Terlebih dari hasil apa pun, kami harus mengingat jika tidak ada yang bisa menjamin kesuksesan kami dalam sepak bola,” lanjutnya.

“Kami harus berhati-hati. Hingga wasit meniupkan pluit panjang, segala sesuatu masih bisa terjadi. Setiap kesalahan di tingkat ini bisa sangat merugikan kami.

“Gelar treble? Ya, tetapi kami masih bisa kehilangan satu pertandingan di Liga Champions, satu pertandingan di Liga dan final Copa del Rey.”

Carlos Tevez cetak dua gol, Juve dekatkan gelar Serie A

2-tevezCarlos Tevez mencetak dua gol ketika Juventus mengalahkan Fiorentina 3-2 tetapi pemuncak klasemen ini masih harus menunggu untuk memastikan gelar Liga Serie A yang keempat mereka secara beruntun ketika pesaing terdekat mereka masih mengejar.

Dengan lima pertandingan tersisa, Juventus memiliki selisih 14 angka dari Lazio di puncak Serie A tetapi kemenangan 4-0 Lazio atas Parma, yang didegradasi karena hasil itu, berarti kemenangan keempat beruntun Juve masih belum dipastikan.

“Pada tahap ini butuh sebuah mujizat bagi kami untuk tidak memenangkan gelar,” ungkap pelatih Juventus Massimiliano Allegri.

“Saya harap kami bisa mendapatkan angka yang kami perlukan di Genoa (menghadapi Sampdoria), meski kami sudah kehilangan dua pertandingan tandang kami di Parma dan Torino, jadi kami bisa berkonsentrasi penuh di Liga Champions dan Coppa Italia.”

Gonzalo Rodriguez menghantarkan Fiorentina unggul lewat tendangan penalti tetapi Fernando Llorente menyamakan kedudukan untuk Juve sebelum Tevez mencetak dua gol, mencatatkan gol ke 20 di Liga, untuk melengkapi kemenangan si Nyonya Tua.

Rodriguez melewatkan penalti kedua dalam pertandingan itu dan Josip Ilicic memperkecil ketertinggalan di menit akhir.

Marco Parolo, Miroslav Klose dan Antonio Candreva mencetak gol dalam enam menit pertama di pertandingan untuk memberikan kemenangan meyakinkan bagi Lazio atas Parma. Keita Balde menambahkan gol keempat di akhir pertandingan.

AC Milan, kembali ke pusat latihan mereka bersama pelatih Filippo Inzaghi setelah kekalahan 2-1 mereka di Udinese hari Sabtu lalu, kalah 3-1 di kandang oleh Genoa. Para pendukung yang ramah menyabut tim kesayangan mereka dengan sebuah spanduk besar yang bertuliskan “cukup” sebelum pertandingan dimulai.

Penyerang Pantai Gading Seydou Doumbia mencetak gol pertamanya untuk tim di urutan tiga AS Roma sejak kepindahannya dari CSKA Moscow bulan Januari lalu untuk mengamankan kemenangan 3-0 di Sassuolo yang meningkatkan kesempatan mereka untuk mencapai setidaknya babak play-off Liga Champions.

Alessandro Florenzi dan Miralem Pjanic melengkapi kemenangan bagi tim asuhan Rudi Garcia ini. Baca juga cara daftar Ibcbet.

 

Louis van Gaal menderita dua kekalahan beruntun

Everton 3-0 Manchester United

Tuan rumah sudah unggul 2-0 saat turun minum melalui gol dari pemain terbaik saat itu James McCarthy dan John Stones, gol pertama bek tengah klub Everton.

Dan pertandingan diakhiri oleh sebuah kontes ketika Kevin Mirallas memanfaatkan lini belakang yang buruk dari tim tamu untuk mencatatkan 3-0 ketik Everton naik ke peringkat 10 klasemen.

United masih tetap di posisi empat, tujuh angka di depan Liverpool, tetapi telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dari the Reds, kekuatiran di ujung musim bisa saja terjadi.

Everton membuat awal yang diimpikan dari pertandingan setelah mencuri keunggulan di menit kelima lewat gol McCarthy – gol ketiganya untuk the Toffees – meski United harus kecewa karena kebobolan dari kesempatan sepak pojok mereka sendiri.

Gareth Barry mementahkan tendangan sepak pojok dari Juan Mata dan kemudian mengirimkan umpan jauh ke sisi kanan yang kosong kepada Seamus Coleman, sebelum kembali mendapatkan umpan baliknya, dia meliuk-liuk melewati hadangan Daley Blind dan Paddy MacNair dan dengan tenang menjaringkan tendangan mendatar melewati David de Gea.

Tim tamu merespons meski gol pembuka yang mengejutkan ini dengan menguasai lapangan dan penguasaan bola untuk selama periode pembuka, tetapi tanpa benar-benar menguji Tim Howard yang berdiri mengawal gawang Everton.

Kesempatan terbaik United datang sebelum turun minum ketika mantan gelandang Everton Marouane Fellaini beberapa menit setelah tertinggal 1-0, tetapi pemain internasional Belgia ini tidak bisa menembakkan ke arah yang tepat dari sudut area untuk mengalahkan Howard, Everton bisa menarik nafas.

Jika Van Gaal mengira timnya akan mengakhiri babak pertama dengan skor 1-0, maka dia keliru ketika Everton menggandakan keunggulan di menit 35 setelah sepak pojok Leighton Baines, berhasil disundul oleh Stones, meski usaha Ashley Young untuk menghadang tembakan ini di belakang garis gawang.

Tim tamu perlu mencetak gol di awal babak kedua, tetapi sama seperti 45 menit pertama, mereka menekan tanpa hasil yang jelas, kesempatan terbaiknya datang sesaat setelah turun minum.

Bek tengah United Chris Smalling menyundul sepak pojok Mata ke dalam area kotak tetapi Wayne Rooney yang menunggu gagal menaklukan Howard dari jarak dekat.

Everton mengunci kemenangan dengan 16 menit tersisa ketika Mirallas memanfaatkan keraguan di lini belakan gdari Antonio Valencia, yang berusaha menjebak offside Romelu Lukaku tetapi gagal melihat rekan satu tim Belgianya itu. Pemain pengganti ini dengan tenang membawa tuan rumah untuk membeirkan timnya kemenangan terbesar atas United dalam 23 tahun.

Carlo Ancelotti puji Javier Hernandez setelah jarang memberikannya kesempatan bermain

2-hernandez

Carlo Ancelotti memuji penentu kemenangan Real Madrid Javier Hernandez setelah mengakui jika pemain Meksiko ini tidak memiliki banyak kesempatan bermain musim ini di the Bernabeu.

Hernandez, dalam statusnya sebagai pinjaman dari Manchester United, mencetak satu-satunya gol untuk memberikan kemenangan agregat 1-0 pada Real Madrid atas Atletico Madrid untuk mencapai semi final Liga Champions hari Rabu malam lalu.

Ini merupakan gol keenam Hernandez bagi klub, dan bos Real Madrid Ancelotti senang karena pemain usia 26 tahun berhasil memanfaatkan kesempatannya meski di bawah tekanan.

Ancelotti bercerita kepada Sky Sports: “Dia merupakan solusi yang fantastis karena dia bermain dengan sangat baik dengan banyak sekali tekanan.

“Dia layak mendapat pujian ini karena dia tidak bermain banyak sekali musim ini tetapi ketika saya meminta dia untuk bermain dia selalu siap.

“Dia sangat profesional dan saya senang karenanya.”

Real saat ini berada dalam jalur untuk menjadi tim pertama yang mempertahankan gelar Liga Champions, tetapi Ancelotti bersikeras jika pekerjaan ini tidak akan jadi mudah, dengan Juventus, Bayern Munich atau Barcelona yang menantikan mereka di semi final.

“Kami akan berusaha. Perjalanan ini tidak akan mudah tetapi segala sesuatu bisa terjadi. Kami cukup kompetitif dan kami akan berusaha melakukan yang terbaik.

“Kami punya hasrat untuk menemukan solusi di menit-menit akhir tetapi ini adalah gagasan kami untuk datang ke dalam pertandingan ini.

“Kami punya kendali permainan yang bagus sejak awal, penguasaan bola yang baik dan kami tidak memberikan mereka kesempatan untuk memainkan serangan balik.”

Hernandez menyebutkan gol ini sebagai yang paling penting dalam karirnya, terutama ketika Real Madrid kesulitan menghadapi Atletico sejak memenangkan Liga Champions musim lalu.

Katanya: “Jelas ini adalah gol paling penting saya karena yang penting saat ini adalah masa sekarang.

“Pertandingan ini merupakan derbi yang tidak membawa memori yang baik sejak memenangkan Liga Eropa yang ke 10. Saya yang mencetak gol, tetapi gol ini milik semua orang. Orang-orang yang percaya pada saya, rekan setim saya dan keluarga saya.”

Kilas balik kutipan Ibrahimovic tentang Barcelona hadapi leg kedua di Nou Camp

2-ibrahimovic

Setelah absen di leg pertama karena hukuman kartu merah, Ibrahimovic akan kembali melakukan reuni di Nou Camp untuk membawa PSG berjuang lolos dengan ketertinggalan 2 gol. Berikut ini kutipan terbaik dari Ibrahimovic tentang Barcelona.

“Saya mendapatkan kesan jika Barcelona sedikit sama ketika saya bermai di Ajax, seperti kembali ke sekolah. Tidak ada anak-anak yang bertingkah seperti superstar, yang tentunya sangat aneh. Messi, Xavi, [Andres] Iniesta, semua geng – mereka seperti anak-anak sekolahan. Pemain sepak bola di dunia berdiri di sana dengan kepala yang menunduk, dan saya tidak mengerti kenapa. Sungguh menjengkelkan.

“Semua orang melakukan apa yang disuruh. Saya tidak cocok, tidak sama sekali. Saya pikir, nikmati saja kesempatannya, jangan mengiyakan prasangka mereka. Jadi saya mulai beradaptasi dan mencair. Saya jadi terlalu baik. Saya bilang apa yang saya pikir orang ingin saya katakana. Benar-benar kacau. Saya mengendarai mobil Audi klub dan berdiri di sana dan menganggukkan kepala saya. Saya bahkan sulit berteriak kepada rekan setim saya lagi. Saya bosan. Zlatan bukan lagi Zlatan.” Ibrahimovic mengungkapkannya dalam otobiografi jika dia bersusah payah menyesuaikan diri dengan budaya Barcelona.

Dan… tidak takut untuk memberontak: “Ketika saya sadar saya akan berada di bangku cadangan saat pertandingan melawan Almeria, saya ingat kalimat itu: ‘Di sini di Barcelona kita tidau dating ke sesi latihan dengan mobil Prosche atau Ferrari.’ Omong kosong macam apa lagi itu? Saya akan membawa mobil mana saja yang saya inginkan, setidaknya jika saya bisa meniup orang-orang bodoh. Saya mengendarai Enzo saya [Ferrari], menginjakkan kaki di gas dan memarkirkannya di depan pintu fasilitas latihan.”

Akan tetapi, ketika diminta untuk mengingat masa-masanya di Barcelona dia mengatakan: “Tentang Camp Nou, itu tempat yang fantastis. Saya punya satu tahun di sana, pengalaman yang hebat, tahun fantastis. Saya belajar banyak – di luar lapangan, di dalam lapangan – dan bagi saya Barca merupakan klub yang luar biasa dan saya hanya punya hal positif yang bisa dikatakan.”